|
adrian gho (724)
, Alexander Fonk S (3030)
, Andy Dediyono (942)
, Anton Mulya Siregar (56174)
, arief nugraha (0)
, aris bawono (3888)
, budi purwa (0)
, Chairil Gani (11884)
, Chris Kaihatu (4900)
, DIETER B. (378972)
, Djoni Komaruddin (2154)
, Elvino Pongsapan (8648)
, eRWIN rizaldi (85206)
, glenn durdin (140670)
, jhon simamora (0)
, Joe Simon Halomoan Siagian (8354)
, Jomandi Loka (110665)
, Kemas Ryan Karisma (1266)
, Klaas Stoppels (288944)
, muhammad fadly alfaritzi (3496) |
|
Total Member : 10743
Total Photo: 73433
Total Photo Uploaded Today: 49
|
|
 |
Sistem penilaian sudah di terapkan di jakartaphotoclub.com
| Author |
Message |
jpc.jpg) Saelanwangsa (316877) |
Rekan2 member web jakartaphotoclub.com yg budiman,
Situs jakartaphotoclub.com akan berusia 1 tahun, namun sepak terjangnya masih jauh yg diharapkan untuk dikatakan sempurna.
namun kami yakin bahwa kita semuanya berada disini, bukanlah hanya iseng yg tak berguna, namun dari itu kita semuanya akan saling memberi ilmu, saran dan kritik yg membangun.
Pertama kali web ini hadir, sistem penilaian foto karya dgn 0,1,3,5,7,9......namun sejauh ini kami melihat banyak rekan2 member memberikan nilai dgn seadanya..artinya "asal kamu senang", "saya kasih 9, kamu beri 9"....
memang nilai itu bagi sebagian orang tidak memberikan arti, namun bagi pemula nilai itu adalah sebagai pertimbangan hasil karya mereka, atau nilai sebagai 'tingkatan' karya fotonya ada di grade mana....
Seiring dgn buruknya cara memberi nilai kepada sesama member, maka kami punya rencana akan memperlakukan sistem penilaian baru dgn nilai 1 sampai 10, yang artinya 10 adalah nilai sempurna, maka kita akan melihat siapa yg punya niat baik, dan siapa yg punya niat ' asal kamu senang'.....
Kemungkinan sistem ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Semoga semua rekan2 member jakartaphotoclub.com bisa lebih jujur dan lebih adil dalam menilai suatu karya foto.
mudah2an kita saling sharing yg sejujurmya.
Kami akan menegur secara pribadi seandainya masih saja ada yg menilai dgn 'asal kamu senang'
terima kasih atas perhatian rekan2 member jakartaphotoclub.com
atau mungkin ada pendapat lain bisa memberikan komentarnya dan sarannya.
2007-11-23 22:48:38
|
 Andi Santoso (24066) |
ikut ngeluarin uneg-uneg om.........he...he.........menurut saya perubahan sistem penilaian baru 0 sampai 10 pun juga nga bakalan banyak perubahan seperti yang om Saelan harap kan, kalo nama pemberi kritik masih muncul. jadi sebaik nya nama pemberi kritik dihilang kan, dengan begitu kita tidak tahu dari mana kritik yang kita dapat kan..............IMHO.............
2007-11-24 08:35:45
|
jpc.jpg) Saelanwangsa (316877) |
Thanks sarannya.
namun kami selalu akan memantau perjalanannya, sehingga kalau ada member yg memberi nilai 'asal kamu senang'...akan di tegur secara pribadi..., atau setidaknya nilai 10 akan di pertimbangkan betul2 untuk menilai suatu photo.
dan kalau seseorang memberi nilai tidak sesuia dgn karya foto yg dinilai, sembarangan..., orang lain akan menilai orang tsb. bahwa selera dia 'gradenya'hanya segitu....
Quote From: Andi Santoso at 2007-11-24 08:35:45 ikut ngeluarin uneg-uneg om.........he...he.........menurut saya perubahan sistem penilaian baru 0 sampai 10 pun juga nga bakalan banyak perubahan seperti yang om Saelan harap kan, kalo nama pemberi kritik masih muncul. jadi sebaik nya nama pemberi kritik dihilang kan, dengan begitu kita tidak tahu dari mana kritik yang kita dapat kan..............IMHO.............
2007-11-24 09:43:20
|
 s. djokomuljanto (7060) |
Sorry pak Saelan boleh aku ikut urun saran dari Kelantan? menurut aku perubahan system nilai boleh saja pakai system apapun ndak masalah , memang betul system nilai itu tujuannya untuk perbaikkan mutu/quality hasil photo terutama bagi pemula macam aku ini...siapa yang tidak senang kalau hasih karyanya mendapat nilai bagus? (aku akan senang sekali kalau ada yang bagi nilai bagus) betul? sebab para empunya photo akan berpikiran bahwa photo yang diambil sudah bagus menurut nya dan apalagi kalau pengambilannya memerlukan waktu yang tepat.(seperti anak anak akan senang hati kalau diberi hadiah dan akan menangis kalau dimarahi)
ok saran saya : 1. bagaimana kalau nilai diberikan oleh para pakar dan ahli dalam photography tidak hanya memberi nilai tapi masukkan dan saran/advice serta kritikan bagi si empunya photo , para juri adalah yang ditunjuk oleh JPC. 2. dalam menilai suatu hasil karya juga harus tahu dengan media apa/camera apa hasil karya itu di ambil (jelas sangat berbeda suatu hasil karya photo yang diambil dengan camera canggih (contoh camera aku yang cuma canon S3IS dibanding dengan camera 40D atau mark II dengan lensa yang canggih atau yang lebih canggih hasilnya sangat sangat berbeda)dan juga apakah hasil karya itu sudah di olah dengan software (contoh photoshop maka hasilnya akan jadi lebih bagus dan menurut aku jadi tidak real lagi). 3. Nama pemberi kritik harus ada sebab dari situ kita akan dapat tahu seberapa kompetent si pemberi nilai (seni itu tinggi nilainya dan masing masing individu akan melihat nilainya dari sudut yang berbeda pula). 4. pemberi nilai harus independent person dan harus terbuka, fair/adil tidak hanya memberi nilai tinggi pada photographer yang dikenal atau dekat dengan nya.
Itu saja urun saya.
Sekali lagi maaf kalau ada yang salah dari saya , saya tidak bermaksud apa apa hanya memberi masukkan saja.
Motto saya ARTS IS ALWAYS BEAUIFUL dan tidak ada orang yang tiba tiba jadi hebat/ahli tanpa melalui liku liku pembelajaran dan masa masa sulit sebelum manjadi pakar. learning process is forever life (like medical have continuing medical education / CME).
sekali lagi maaf ya kalau kurang berkenan
salam hangat saya dari Kelantan
dr. sdjokomuljanto
Pediatric Department HUSM Kelantan Malaysia
2007-11-24 14:21:04
|
jpc.jpg) Saelanwangsa (316877) |
Terima kasih saran dan masukannya, Rekan Djoko..
Memang fotografi itu merupakan karya seni yang kadang kala sulit untuk dikatakan ini bagus, sana jelek... tapi kita harus punya pendapat yg jujur dan adil untuk menilai suatu karya....
Nah, dalam hal ini kami dari jakartaphotoclub.com mencoba kita semuanya untuk belajar menilai sesuai apa yg kita lihat dari karya foto.
kenapa kalau hasilnya memang jelek, misalnya OE, UE atau POI nya kurang jelas...kita harus memberi nilai 9..? coba anda telusuri foto2 yg di upload dan mencoba melihat penilaian yg ada, apa bisa membangkitkan orang yg mengupload foto tsb..? mungkin dia kira hasil ini sudah bagus menurut hasil penilaian orang....
apa salahnya kalau kita bisa memberi saran dan komentar yg membangun dan memberi nilai yg sesuai..., mungkin akan memacu si yg upload tsb.
kalau soal kamera, dgn ukuran foto max. 700 px...tidak begitu mempengaruhi kwalitas..., yg penting dia bisa memposisikan hasil karya nya dan tau mana yg menarik dan tidak...itu sudah memberi niali plus.
Sedangkan di web jakartaphotoclub, ada yg namanya kita bisa mengolah dan mengirimkan kembali karya yg kita memberikan saran kepada si yg upload...
saya lihat banyak juga fotografer yg upload pertamnya kurang, tapi setelah di komentari di beri saran..semakin lama semakin bagus karyanya.....inilah yg kita inginkan..untuk dunia fotografi..
mungkin rekan Djoko bisa membenadingkan karya Bung Djoko sendiri, pertama tama upload saya lihat memang kurang, tapi sekarang semakin menarik dan ada perbaikan, mungkin sering melihat, sering punya pendapat, sering membaca komentar orang dan.....akhirnya kemajuan didapat... hahaha..., hanya contoh saja.
salam
Quote From: stanislaus djokomuljanto, dr at 2007-11-24 14:21:04 Sorry pak Saelan boleh aku ikut urun saran dari Kelantan? menurut aku perubahan system nilai boleh saja pakai system apapun ndak masalah , memang betul system nilai itu tujuannya untuk perbaikkan mutu/quality hasil photo terutama bagi pemula macam aku ini...siapa yang tidak senang kalau hasih karyanya mendapat nilai bagus? (aku akan senang sekali kalau ada yang bagi nilai bagus) betul? sebab para empunya photo akan berpikiran bahwa photo yang diambil sudah bagus menurut nya dan apalagi kalau pengambilannya memerlukan waktu yang tepat.(seperti anak anak akan senang hati kalau diberi hadiah dan akan menangis kalau dimarahi)
ok saran saya : 1. bagaimana kalau nilai diberikan oleh para pakar dan ahli dalam photography tidak hanya memberi nilai tapi masukkan dan saran/advice serta kritikan bagi si empunya photo , para juri adalah yang ditunjuk oleh JPC. 2. dalam menilai suatu hasil karya juga harus tahu dengan media apa/camera apa hasil karya itu di ambil (jelas sangat berbeda suatu hasil karya photo yang diambil dengan camera canggih (contoh camera aku yang cuma canon S3IS dibanding dengan camera 40D atau mark II dengan lensa yang canggih atau yang lebih canggih hasilnya sangat sangat berbeda)dan juga apakah hasil karya itu sudah di olah dengan software (contoh photoshop maka hasilnya akan jadi lebih bagus dan menurut aku jadi tidak real lagi). 3. Nama pemberi kritik harus ada sebab dari situ kita akan dapat tahu seberapa kompetent si pemberi nilai (seni itu tinggi nilainya dan masing masing individu akan melihat nilainya dari sudut yang berbeda pula). 4. pemberi nilai harus independent person dan harus terbuka, fair/adil tidak hanya memberi nilai tinggi pada photographer yang dikenal atau dekat dengan nya.
Itu saja urun saya.
Sekali lagi maaf kalau ada yang salah dari saya , saya tidak bermaksud apa apa hanya memberi masukkan saja.
Motto saya ARTS IS ALWAYS BEAUIFUL dan tidak ada orang yang tiba tiba jadi hebat/ahli tanpa melalui liku liku pembelajaran dan masa masa sulit sebelum manjadi pakar. learning process is forever life (like medical have continuing medical education / CME).
sekali lagi maaf ya kalau kurang berkenan
salam hangat saya dari Kelantan
dr. sdjokomuljanto
Pediatric Department HUSM Kelantan Malaysia
2007-11-24 15:03:53
|
|
 |
|