>> Topic
 
   
 
Username :
Password :
Register
| Lupa Password
 1 Member online
Jimmy Rompas (27604)
 2 Member online today
Jimmy Rompas (27604) , maria kurkunov jevoscha(0) ...More
 New Member
rex , ryan firman andi pratama , Paco Paulus Pater , Afri Yudha , margaret , Michael Sasono , Aninditha Jane Lestari , iqhsan ferhanur , I Made Agus Devayana , alfian indra purwanto
More ...
 Statistik
Total Member : 18849

Total Photo: 180774
Total Photo Uploaded Today: 1

Menyelenggarakan

Page [1]
Author Message

Dodi Sandradi (9057)
Sebelumnya terima kasih kepada Moderator JPC

Tulisan ini hanya bersifat sharing kepada teman-teman berdasarkan pengalaman. Semoga bermanfaat khususnya kepada teman-teman yang ingin berangkat hunting foto atau menyelenggarakan Photography Trip.

Photography Trip atau sering kita kenal dengan Kegiatan Photo Hunting merupakan kegiatan dimana orang secara individu maupun berkelompok pergi melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk mengambil gambar atau memotret. Photography Trip yang dimaksudkan disini lebih difokuskan pada kegiatan memotret alam atau landscape, people dan lainnya yang biasanya membutuhkan waktu lebih dari satu hari dan jarak tempuh yang jauh.

Penyelenggaraan Photography Tour sekarang semakin banyak dan menjamur. Penyelenggaranya mulai dari personal hingga travel-travel yang dulu menjual jasa hanya tur wisata, kini menawarkan banyak photo trip baik destinasi dalam maupun luar negeri.

Hal itu wajar, karena semakin berkembangnya fotografi itu sendiri dan semakin banyaknya orang menggeluti hobi fotografi.

Dan karena banyaknya event-event tersebut membuat teman-teman, baik fotografer, maupun pehobi fotografi dan traveling semakin mudah untuk mencari dan menentukan trip mana, dengan destinasi atau biaya yang sesuai dengan kebutuhan.

Sebenarnya membuat sebuah even Photography Trip tidak bisa disamakan dengan membuat tur wisata biasa. Jika anda membuat sebuah tur wisata, anda tinggal menentukan hotel, rumah makan, kendaraan, dan objek wisata yang dikunjungi, tinggal dibantu oleh tour guide yang akan menjelaskan tentang objek-objek tersebut.

Berbeda dengan Photography Trip, disini penyelenggara harus lebih cermat, jeli, teliti dan lebih kompleks menangani even tersebut.

Spot fotografi, banyak berbeda dengan spot tempat wisata biasa. Justru fotografer kebanyakan menghindari spot atau objek-objek wisata biasa yang ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Penyelenggara harus memahami karakter fotografer, tempat tujuan, serta masyarakat sekitar. Cuaca dan waktu serta sarana pendukung seperti Transportasi dan akomodasi juga merupakan kunci sukses terselenggaranya even Photography tersebut.

Karakter Fotografer (Peserta)


Anda harus mengenal individu peserta anda, bahkan agama nya..(bukan SARA) tetapi untuk lebih mengetahui apa yang mereka butuhkan nanti di lapangan. Apakah mereka boleh makan, atau tidak boleh makan makanan tertentu. Apakah hari atau jam tertentu mereka akan menunaikan ibadah dan sebagainya.
Anda juga harus menanyakan apakah peserta anda memiliki penyakit berbahaya seperti Jantung dan sebagai nya, sehingga anda akan bisa mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Informasi sekecil apapun penting dan harus diselaraskan demi kenyamanan bersama

Waktu

Jika anda ikut tur wisata biasa, jarang sekali anda akan dibangunkan pagi2 sekali, semisal pukul 3 atau 4 subuh, atau pulang hingga larut malam. Standar Photography Trip selalu diawali dengan Sunrise dan diakhir dengan Sunset, sehingga anda berangkat saat masih gelap, dan pulang kembali ke hotel dalam keadaan gelap juga.
Waktu juga harus diperhitungkan secara matang. Pukul berapa anda akan tiba di lokasi, berapa lama perjalanan menuju kesana, Jam berapa saat terbaik untuk memotret sunrise atau sunset di lokasi tersebut. jika anda memotret human interest di sebuah pasar, pukul berapa saat yang tepat anda berada di sana. Jam berapa anda akan memberi sarapan, makan siang, dan makan malam kepada peserta juga harus di perhitungkan.
jika kebetulan ada acara-acara khusus seperti acara adat, tentu harus diketahui kapan saat-saat moment penting di acara tersebut atau kapan mulai dan berakhirnya, semua itu harus disesuaikan dengan jadwal dan waktu keseluruhan.

Cuaca

Penyelenggara harus paham mengenai cuaca, dimana suatu daerah tertentu akan bagus dikunjungi pada bulan tertentu atau harus dihindari karena cuaca yang tidak bersahabat.
Contoh di Belitung, bulan yang mesti diwaspadai jika ingin memotret di pulau-pulau sekitar sana adalah mulai dari bulan November hingga bulan April, karena pada bulan-bulan tersebut angin bertiup kencang dan laut bergelombang besar sehingga akan memerlukan tingkat kehati-hatian yang lebih ekstra jika memaksakan untuk berangkat.

Di Raja Ampat Papua, justru berbeda dengan daerah Sumatera, justru cuaca yang besahabat dimualai dari Bulan Oktober hingga bulan Mei.
Jadi penyelenggara dituntut untuk lebih cermat dalam mengantisipasi cuaca.

Karakter Masyarakat


Kondisi lokasi pemotretan hingga karakter masyarakat di sekitar lokasi harus diperhatikan agar suasana memotret nantinya menjadi aman dan nyaman.Karakter masyarakat di daerah timur indonesia, tentu beda dengan di Jawa, atau Sumatera. Ada masyarakat yang senang di foto dan merasa terhormat, atau bahkan merasa sebaliknya.
Informasi detail seperti ini harus disampaikan kepada peserta.

Etika


Etika memotret secara bersama atau berkelompok merupakan hal kecil tapi sering diabaikan oleh peserta, karena kebanyakan penyelenggara tidak menginformasikan kepada peserta sebelumnya.
Terkadang saking antusiasnya kita memotret kita lupa memperhatikan sekeliling, apakah posisi kita mengahalangi teman yang juga sedang membidik di belakang kita.

Atau jika kita memotret objek yang sama dan kebetulan kita menggunakan lensa wide, jarak kita terlalu dekat dekat dengan objek sehingga mengganggu teman-teman lain yang menggunakan lensa Tele atau panjang. Semua sebenarnya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. Bilang \"permisi\" atau bergantian tentu akan lebih menyenangkan.

Atau sering kali kita dapati spot di suatu tempat tertentu hanya bisa di isi oleh 3 atau 4 orang saja..sedangkan group kita lebih dari itu. Sejogjanyalah kita mawas diri dan rela untuk bergantian dengan teman-teman yang lain. Bukankah berbagi itu lebih indah.

Yang terutama, jika memotret secara bersama atau dengan group kita harus mengedepankan rasa BERBAGI, SALING MENGHORMATI dan MENGHARGAI, dan mempunyai rasa kebersamaan dengan dasar PERSAHABATAN.

Memotret seuatu acara adat atau keagamaan merupan hal penting yang harus diperhatikan dan dingatkan kepada teman-teman peserta. Penyelenggara harus mengerti dahulu tentang acara tersebut, apa yang boleh di foto, apa yang tidak boleh. Berapa jarak yang pantas untuk memotret dan sebagainya. Terkadang kita miris jika melihat oknum fotografer dengan santainya mendekatkan Lensa Wide mereka kehadapan wajah sesorang yang sedang khusuk beribadah, atau berada di posisi yang tidak seharusnya demi sebuah \"angle\". Dalam hal ini penyelenggara harus tegas memberitahu peserta.

Transportasi

Transportasi merupakan sarana penting untuk membuat perjalanan anda nyaman dan aman. Penyelenggara harus bisa memilih kendaraan yang baik dan layak. Jangan dengan alasan mengirit biaya maka memutuskan untuk menyewa kendaraan yang murah, atau memuat sebuah kendaraan sesuai kapasitas. Ingat, bawaan fotografer lebih banyak dari wisatawan biasa dan perlengkapan yang dibawa bukanlah barang murah.
Sewalah kendaraan yang terbaik, dengan memberikan space yang lapang untuk duduk bagi peserta, dan pikirkan tempat untuk memuat bawaan peserta.

Atau jika perlu, penyelenggara menyiapkan satu kendaraan khusus untuk mengangkut koper pakaian peserta dan peralatan lain.

Anda sendiri tentu tidak ingin jika perjalanan menuju spot yang sulit yang harus ditempuh dalam waktu beberapa jam dalam keadaan duduk sempit dan berhimpitan bukan?

Hotel


Hotel di sini tentu sangat menyesuaikan dengan kondisi di sekitar lokasi pemotretan. Carilah hotel yang lokasi nya tidak terlalu jauh dari spot pemotretan. Tetapi tetap mengutamakan faktor kenyamanan dan keamanan bagi peserta.

Hotel kelas melati pun layak buat ditempati asal aman, bersih, dan bisa membuat nyaman peserta. Jangan memaksakan hotel yang dekat dengan lokasi pemotretan tetapi unsur2 diatas tidak terpenuhi.

Jika dikarenakan lokasi dan situasi, harus menginap di alam terbuka atau menggunakan tenda seperti di Wayag, Raja Ampat, gunakalah tenda yang layak, yang bagus, dan aman buat peserta. Tempatkan peserta sesuai dengan ukuran, jangan biasakan menyusun peserta seperti sarden didalam tenda. Ingat, tenda standar untuk berkemah berbeda dengan yang digunakan untuk berjualan di pasar.

Peralatan


Penyelenggara sebaiknya menyiapkan peralatan-peralatan teknis maupun non teknis saat menyelanggarakan even photography tour menyesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan tersebut.
Jika anda menyelenggarakan even ke Wayag, Raja Ampat dan harus menggunakan tenda untuk bermalam, hal yang harus dibawa diantaranya adalah Genset, sebagai pembangkit listri sementara, karena tentunya semua peserta butuh listrik untuk men charge peralatan kamera mereka dan menyalakan peralatan pendukung seperti laptop dan lain-lain.

Yang harus diingat, jika anda menggunakan genset tentunya anda tidak boleh lupa untuk membawa Stabilizer karena berfungsi untuk menetralkan arus listrik sehingga peralatan yang digunakan menjadi aman.

Bawalah kabel roll dan terminal listrik secukupnya untuk keperluan sharing diantara peserta. Lampu tenda, dan senter merupakan peralatan yang tidak boleh dilupakan.

Makanan dan Obat-Obatan


Seperti sudah dijelaskan sebagian diatas, penyelenggara harus memperhatikan makanan untuk peserta. Kita harus mengetahui apakah peserta bisa memakan suatu makanan tertentu atau tidak. Mungkin salah seorang peserta alergi atau tidak bisa makan-makan tertentu, maka sebagai penyelenggara tetap memikirkan makanan pengganti. Jam makan juga diperhatikan, kapan saatnya harus sarapan, makan siang, atau makan malam, harus diperhatikan berdasarkan lokasi pemotretan terdekat.

Jika lokasi pemotretan berjauhan dengan tempat atau rumah makan yang layak, sebaiknya penyelenggara mempersiapkan dengan makanan kotak dan minuman yang cukup, kapan perlu dengan tambahan makanan cadangan seperti roti, biskuit dan lain-lain.

Kapan perlu, penyelenggara mesti menyiapkan makanan tertentu jika pergi ke daerah yang benar-benar tidak memiliki tempat makan atau makanannya kurang layak untuk dikonsumsi peserta. Penyelenggara bisa membawa abon, dendeng kering, tempe, teri, bahkan rendang yang bersifat tahan lama dan aman.
Obat-obatan juga mesti disiapkan secukupnya. Obat2an P3K sudah standar, tetapi disamping hal itu, ada baiknya penyelenggara menyiapakan obat lain seperti obat flu, obat masuk angin, obat anti mabok, minyak angin, dan lain-lanya.

Hal-hal diatas merupakan sebagian kecil yang mesti diperhatikan penyelenggara Photography Trip. Yang jelas, jika sebuah perjalanan sudah membuat peserta nyaman dari awal, tentu selanjutnya even akan berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.

Dapat foto bagus adalah bonus, tetapi bagaimana dan proses untuk kesana jauh lebih penting. Merasa nyaman di perjalanan, akrab dengan peserta lain, serta lebih mengenal alam dan sesama, tentu akan lebih berharga dan menjadikan sebuah perjalanan jadi Bermakna.

Silahkan jika teman-teman ingin menambahkan lagi

Salam Fotografi
2011-08-29 06:30:22

Page [1]

Home | About JPC | Gallery | My Gallery | Photo Review | Competition | Forum | Bursa | Member | Lupa Password
News | Articles | Policy | Login | Upload | Comment In
  Copyright © 2006 Jakarta Photo Club. All Rights Reserved. Development by PT Proweb Indonesia