>> Topic
 
   
 
Username :
Password :
Register
| Lupa Password
 1 Member online
Jimmy Rompas (27604)
 2 Member online today
Jimmy Rompas (27604) , maria kurkunov jevoscha(0) ...More
 New Member
rex , ryan firman andi pratama , Paco Paulus Pater , Afri Yudha , margaret , Michael Sasono , Aninditha Jane Lestari , iqhsan ferhanur , I Made Agus Devayana , alfian indra purwanto
More ...
 Statistik
Total Member : 18849

Total Photo: 180774
Total Photo Uploaded Today: 1

About Infrared

Page [1]  2   3   4   5   6   Next
Author Message

Johannes Go (98530)
A Pendahuluan

Karena banyak permintaan, selaku penggemar foto infrared, saya mencoba membuat artikel yang sederhana ini. Saya bukan pakar, jadi mohon agar mengganggap artikel ini sebagai sharing dari saya, yang saaat ini masih terus belajar mengolah foto Infrared.

Saya perlu memulai dengan pendahuluan dan membahas beberapa hal – hal mendasar sebelum masuk ke teknis pengolahan foto infrared agar tidak menimbulkan salah pengertian.

Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih kepada dua sahabat saya yang sangat berjasa membawa saya mengerti dan menyukai infrared yaitu Dibyo Gahari dan Yudistira. Melalui dua orang yang luar biasa ini, saya dapat menikmati foto infrared sampai sekarang.

Saya tidak ingin membahas teknis infrared seperti masalah visible dan non visible light, nano meter dari infrared dan sebagainya. Saya juga tidak akan membahas bagaimana menggunakan kamera yang sudah di oprek dan apa bedanya dengan menggunakan eksternal filter infrared. Mudah mudahan para pakar yang lebih tahu bisa memuat artikel yang teknis seperti itu.

Sebelum anda terus membaca artikel ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal mendasar dan keterbatasan artikel ini menurut KETERBATASAN pengetahuan saya. Sekali lagi, saya bukan pakar infrared, tujuan membuat artikel ini hanya untuk berbagi saja:

[1] Saya selama ini hanya menggunakan Nikon D50, Lensa Nikon 18-70mm, dan filter FULL INFRARED dari AMAZING myinfrared.com

[2] Saya mengolah IR dengan menggunakan PSCS3, dan sekarang sejak ada Capture NX, saya buka file RAW pakai Capture NX, auto level dulu, di save as dulu ke JPG, lalu di olah selanjutnya pakai PSCS3. Saya akan lebih banyak sharing di sini mengenai penggunaan PSCS3 untuk olah infrared

[3] Infrared bagi saya adalah foto yang sudah FALSE COLOR. Warnanya dari aslinya sudah tidak natural lagi. Ini yang saya sukai, saya jadi bisa BEBAS BEREKSPRESI, APA MAU SAYA. Bagi saya, di IR, karena awalnya sudah FALSE COLOR, kita lebih bebas untuk tetap bermain di FALSE COLOR. Kalau ingin mengubah kembali ke tone yang natural sah sah saja. Tapi bagi saya, kita BEBAS untuk mengolah IR menjadi apapun yang kita mau, NON NATURAL, NATURAL, SEMI NATURAL, semua sah sah saja. Maaf ini pendapat saya loh. Misalnya saja, satu contoh ekstrim, kalau saya mau buat langit jadi hijau, tetap bisa dan selera saya bermain di false color, selama kita bermain di IR. Begitupun masalah kontras. Karena kontras di IR sudah tidak se-natural foto biasa, makanya kita juga bebas bermain kontras selama hasil akhirnya enak di pandang dan kita sukai. Kontras tinggi atau rendah tidak masalah, yang penting hasil akhir.

[4] Walaupun kita akan menghabiskan waktu juga untuk proses pengolahan IR, saya tetap menganggap foto IR itu sama saja dengan pemotretan untuk foto normal. Kita tetap harus perhatikan komposisi, POI, metering, dll. Dari pengalaman saya, saya tetap percaya bahwa foto IR kalau aslinya jelek, di olah bagaimanapun tetap jelek. Contohnya, kalau metering sudah kacau, washout, di olah dengan cara apapun, sulit kembalikan wash outnya, kecuali harus main tempel tekstur dll. Itupun juga dimensinya nggak akan maksimal.

[5] Saya masih memiliki banyak keterbatasan dalam PSCS3. Jadi jangan sampai heran kalau ada langkah langkah yang saya lakukan sepertinya terlalu panjang padahal mungkin ada langkah lain di PSCS3 yang lebih singkat. Tujuan dari artikel ini hanya sharing pengalaman saya, tapi saya yakin, masih banyak di luar sana yang lebih mahir mengolah foto dan pandai dalam PSCS3. Artikel ini hanya ingin memberikan inspirasi saja, semoga bagi rekan rekan yang lebih mahir PSCS3, bisa berbagi juga pengalaman dan pengetahuan mereka di sini. Saya ingin belajar lagi lebih baik.



B Jangan Lupa Hal Mendasar Dari Fotografi

Seperti di singgung sedikit di bagian pendahuluan di atas, fotografi IR sebaiknya dipraktekan sama dengan fotografi biasa. Artinya:
[1] Tetap perhatikan komposisi
[2] Tetap perhatikan metering, jangan sampai terlalu under atau over exposure
[3] Tetap perhatikan focus
[4] Tetap perhatikan unsur unsur fotografi lainnya seperti POI, pattern, garis, pola, sudut bidik, arah lighting, dll
[5] Tetap punya konsep. Foto yang mau kita buat untuk tujuan apa. Tentunya untuk motret model, beda approach nya dengan motret HI. Untuk motret model, kita bisa coba bermain main dengan exposure, bisa coba ubah ubah WB, ubah DOF, dll. Tapi kalau kita mau hunting HI, tentunya persiapan kamera dari awal adalah wajib, sudah set dulu ISO yang tepat, WB nya sudah dipilih yang tepat, dll sehingga kita bisa menangkap moment dengan maksimal. Kadang sering kita lupa, setelah motret, momentnya bagus, tapi ISO nya nggak tepat, lupa mengubah dari ISO1600 ke ISO 200 misalnya, fotonya jadi kurang maksimal.
[6] Pembagian bidang dalam foto IR. Saya suka sekali menggunakan IR untuk foto landscape yang ada langit dan danau. Kenapa? Karena secara komposisi dan visualisasi, akan terdapat pembagian ruang yang menarik di foto, tidak monoton. Kalau kita motret di hutan pakai IR, maka isi dari foto akan daun semua dengan warna yang seragam, jadi kurang menarik.
[7] dll…..silahkan tambah sendiri…


C Begin with the End

Selalu memulai dengan apa yang ingin kita capai, apa hasil akhir yang ingin kita capai. Baik itu waktu pemotretan maupun sebelum kita mulai mengolah foto.

Sebelum pemotretan, ada baiknya kita sudah membayangkan, nanti foto ini mau dijadikan seperti apa. Dari situ, kita akan membuat konsep yang lebih baik.

Sebelum mengolah foto, sama juga, kita sudah membayangkan, nanti hasil akhirnya mau seperti apa. Ada bagusnya hal ini nyambung juga sama konsep kita waktu sebelum pemotretan.

Yang saya sering lakukan adalah lebih sering melihat foto foto orang lain bahkan lukisan, untuk mendapatkan ide nanti hasil akhirnya maunya seperti apa.

Contoh saja, waktu memotret model di outdoor, sebelum mengatur posisi model, kita bisa membayangkan dulu nanti hasil akhirnya maunya seperti apa. Dari mana arah lighting, nanti di olahnya seperti apa. Bagaimana BGnya, kalau misalnya nanti modelnya mau di gabung dengan BG yang beda, tentunya akan lebih bagus kalau memotret model dengan BG bright agar mudah di copy dan di gabung dengan BG yang lain.

Waktu mengolah fotopun biasanya kita sudah punya bayangan, nanti tone colornya mau seperti apa. Sehingga waktu nanti mengolah foto, akan lebih mudah untuk mengarahkan olahan foto kita. Dalam mengolah beberapa foto infrared saya, untuk masalah tone warna, saya mencontoh warna dari lukisan, saya kebetulan punya beberapa buku lukisan luar negeri. Kebanyakan pelukis sangat pandai dalam bermain dengan warna.


D Bahan Mentah Foto Infrared

Untuk foto infrared, perlu diperhatikan hal hal berikut:

[1] Selalu motret dengan RAW. Kalau dengan RAW, kita masih bisa edit file RAW nya sampai matang sebelum kita pindahkan ke JPG dan diolah dengan PSCS3.

[2] Bagi saya tidak ada standard bagaimana file RAW yang benar, karena ini tergantung dengan selera yang bisa di salurkan melalui setting White Balance di kamera. Kita bisa preset WB ke dinding putih, atau ke langit biru atau ke daun hijau. Hasil pemotretan foto infrared dengan berbagai settingan WB akan menghasilkan hasil yang berbeda beda.

Karena saya suka bermain dengan warna, saya kurang menyukai RAW yang terlalu pekat ke arah coklat tua dan gelap, yang mungkin cocok buat yang suka bermain dengan Black and White

Saya lebih menyukai file RAW yang sedikit kemerahan, dan daunnya kearah ungu /cyan.

E. Tone IR – full infrared

Karena saya menggunakan full infrared, saya hanya membahas full infrared di sini.

Tone IR full infrared sangat tergantung pada:
- Preset white balance (WB)
- Sudut bidik
- Kondisi lighting

Dengan kamera Nikon D50, anda dengan mudah bisa preset WB sesuka anda, ke bidang putih, ke langit biru, ke daun hijau, ke bidang coklat, atau kemana saja yang anda bisa coba dan kemudian bisa di lihat efeknya. Karena saya menggemari olah tone IR yang berwarna cerah, saya lebih cocok dengan preset WB ke daun hijau. Contoh file file yang saya pakai di sini semuanya adalah hasil preset WB ke daun hijau

Sudut bidik juga mempengaruhi tone IR. Anda bisa coba dengan membelakangi matahari, menyamping dan sedikit frontal ke arah matahari kemudian bandingkan hasilnya. Saya lebih suka dengan menyamping dimana matahari jatuh dari samping karena selain menimbulkan dimensi dari foto, juga warna merah kecoklatan lebih keluar. Kalau membelakangi matahari, cendedrung lebih pekat dan mengharah ke coklat tua. Saya kurang tahu secara teknis, tapi sudah beberapa kali saya coba, ternyata memang ada bedanya.

Selain itu kondisi lighting juga sangat mempengaruhi. Matahari yang terlalu keras di siang tengah hari akan membuat kontras yang tinggi dan juga sinar infrared sangat full terserap sehingga cenderung pekat. Tapi sinar matahari sore akan lebih lembut, kontras tidak terlalu tinggi. Warna merah dan kuning juga lagi keluar

Bisa dilihat dari contoh contoh foto foto berikut ini. Tone IR seperti ini yang saya sukai, mudah untuk pengolahan lebih lanjut.




F Mengolah Tone IR – Tanpa Swap Channel

Foto IR yang asli tanpa swap channel sebenarnya cukup menarik dengan tone coklat yang sangat sederhana. Efek daun putih memberikan nuansa tersendiri.

Pengolahannya tergantung selera. Anda bisa menggunakan PSCS untuk adjust kontras, gelap terang dan juga saturasi. Anda juga bisa menyederhanak tone dengan membuang warna warna yang tidak anda sukai. Kadang dengan suasana lighting tertentu, timbul warna biru, atau ungu, atau cyan selain warna merah kecoklatan dan putih.

Bagi saya, cukup adjust kontras dan saturasi saja sudah menghasilkan warna yang menarik

Biasa langkah pertama yang saya lakukan adalah dengan AUTO LEVEL


Kemudian, setelah auto level, bisa adjust saturasi sesuka kita. bila perlu, kita juga bisa geser sedikit hue untuk mendapatkan tone coklat yang sesuai selera kita.



Setelah itu, kita bisa juga bisa membuat tone gelap terang lebih dramatis dengan menggelapkan bagian yang kita ingin gelapkan. Di contoh ini, saya ingin menggelapkan bagian langit sebelah kanan karena cahaya dari sebelah kiri. caranya, dengan menggunakan curve, gelapkan dulu seluruh foto seperti contoh di bawah ini



Lalu dengan menggunakan gradient, kita bisa kembali terangkan bagian kiri bawah, sehingga yang gelap hanya kanan atas saja. Tapi kita gunakan gradiant agar gradasi dari gelap ke terang terjaga baik. Carahnya, anda click dulu gradient di tool box kiri, lalu tempatkan kursor di kiri bawah, click, tahan dan drag / tarik ke kanan atas seperti contoh di bawah ini. Langkah ini bisa anda aplikasikan ke olahan foto apa saja, foto normalpun bisa anda terapkan. Cara sedernaha di PSCS untuk membuat gradasi gelap ke terang.



Jika hasil yang di capai sudah kita sukai maka bisa di anggap selesai pengolahan foto ini. Tapi misalnya jika kita mau terangkan bagian shadow, bisa diangkat dengan fungsi shadow highlight seperti di bawah ini






G. Mengolah IR dengan Swap Channel, langkah basic

Untuk menimbulkan warna yang beda dengan tone asli IR, biasa di lakukan dengan cara swap channel.

Channel Red: Red jadi 0 (nol) persen dan blue jadi 100%
Channel Blue: Red jadi 100% dan Blue jadi 0 (nol) persen
Channel green tidak perlu di geser

Berikut ini contohnya:

1. File IR Asli:



2. Buka layer channel mixer


3. Lalu di channel Red: Red jadi 0 dan blue jadi 100

4. Lalu di channel Blue: Red jadi 100 dan blue jadi 0


5. Swap channel sudah selesai, anda bisa melihat langit jadi kebiruan dan daun berwarna kuning. Untuk mematangkan warna, jika seleranya saturasi tinggi, bisa dinaikan lagi saturasi seperti berikut ini:


berikut ini contoh contoh lain kalau kita bermain channel mixer dengan menggeser geser channel Red, Green dan Blue sesuai selera kita...








Mengolah IR dengan dengan atau tanpa swap channe, sudah bisa menghasilkan hasil yang enak di pandang. Yang penting, pada saat pemotretan, komposisi dan pembagian ruang dalam frame cukup maksimal,misalnya ada daun, batang pohon, lalu bidang luas seperti langit dan danau, dimana proporsi dari unsur unsur itu pas dan harmonis. Kalau motret model, juga sama, antara POI dan BG nya juga kalau bisa tetap memperhatikan pembagian ruangan, jangan sampai misalnya BG daun semua,akan kurang menarik.

Untuk sebagai referensi foto foto dengan tone IR yang belum di swap channel, kita juga bisa tengok foto foto landscapenya pak Dibyo Gahari di www.myinfrared.com. Untuk tone yang hanya di swap channel, bisa di lihat di galery nya rekan kita Yudistira, www.ydsinfrared.com

Artikel selanjutnya adalah mengeani olahan foto IR untuk menambah warna, skin tone, dll....mohon bersabar....

BERSAMBUNG>>>>>>>>>
2008-07-12 17:56:21


Harry Mulyono (9500)
more...
2008-07-12 21:53:41


Fandi Hastomi (7260)
Thanks suhu.. selalu ditunggu wejangannya.. :)
2008-07-13 00:18:35


Fachroni (5332)
seperti ini ya foto IR sebelum di olah??

tapi.. kok ending nya "sangat" jauh berbeda ya...

berarti artikel om jo bakal ada sambungannya lagi dunk.. hehe..

di tunggu artikel berikutnya om..

salam

^_^
2008-07-13 04:28:56


Saelanwangsa (562611)
akhirnya muncul juga article nya...mudah2an bisa memberi ilmu buat para pemegang kamera oprekan..
2008-07-13 13:42:44

Page [1]  2   3   4   5   6   Next

Home | About JPC | Gallery | My Gallery | Photo Review | Competition | Forum | Bursa | Member | Lupa Password
News | Articles | Policy | Login | Upload | Comment In
  Copyright © 2006 Jakarta Photo Club. All Rights Reserved. Development by PT Proweb Indonesia